Rhio Kurniawan. Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Nata Prayoga Blog

Diary Seorang Komedian

Relativitas Waktu : Selamanya itu = 3 Bulan.

Dahulu saat kerja di kawarang timur,  saya ngekos di daerah klari.

Belakang kos saya itu sebuah warteg milik orang tegal asli.

Suatu ketika, air ledeng di warteg itu bocor. Jadi saya tergerak menolong memperbaiki. Kebetulan saja, kebocorannya menggenangi depan kos saya.

Tak sengaja saya bisa ngobrol cukup akrab ama cewek penjaga wartegnya,

Orangnya baik,  ramah, cantik,  putih  dan keibuan persis lucinta luna.

Bedanya ialah Namanya bukan Muhammad fatah,  tapi Ningsih.

Singkat ceritanya, saya diam2 jadian dengan Ningsih.

Ningsih cukup baik dengan saya, tiap ada sisa lauk di warteg, saya diberi bagian jatah miliknya.

Lumayan,  logistik harian terjamin.

Karena kesibukan masing2,  kami tak menghabiskan waktu jalan2 seperti couple2 lain.

Paling hanya makan berdua di depan kos2an atau nongkrong di bendungan Walahar, klari.

Suatu hari,seminggu sebelum lebaran, Ningsih pamit mau pulang kampung ke tegal.

Warteg mau libur selama sebulan.

Sebelum pulang,  saya menulis sebuah puisi yang saya kirim via SMS.

"Ada 3 Hal yang penting dalam hidupku..

Matahari, Bulan dan Kamu..

Matahari untuk Siang Hariku..

Bulan untuk malam hariku..

Dan kamu..

Untuk Selamanya "

Tapi ternyata, benar kata Einstein..
Bahwa Waktu itu relatif.

Selamanya ternyata hanya berlangsung 3 Bulan.

Ya,  hubungan kami ternyata hanya berjalan selama 3 Bulan.

Ningsih tak kembali lagi ke Karawang.

Kabar dari temannya di warteg yang satu kampung, Saat di tegal,  dia sudah dilamar orang dan lamarannya diterima oleh Ayahnya.

Ningsih pun tak enak mengabarkan hal ini langsung pada saya.
Takut saya kecewa dan marah..

Makanya minta bantuan temannya..

Kecewa sih,  tapi sudah terjadi..
Aku rapopo..

Kata Didi kempot,  rela aku terima. Asal kamu bahagia.

Adakalanya seorang laki-laki itu hanya ditakdirkan menjaga jodohnya orang.

Namun saya kadang hanya lelaki biasa yang sentimental.

Saat makan diwarteg,  saya selalu memesan orek tempe..

Bukan untuk mengenangnya..
Haram.. Dia adalah Istri orang.

Alasannya tak tahu.. Mungkin karena saya ngak mau tahu..

😏😏

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Saat aku masih anak2,  ketika ditanya cita2 saat dewasa.
Aku bingung menjawab apa..

Jadi jawaban atas cita2ku bisa beragam,  tapi masih seputar jadi dokter,  ilmuwan,atlet, atau TNI/Polri.

Sayangnya saat tumbuh dewasa, aku menyadari bahwa ada  sekelompok orang, yang berfikir cita2 ialah sesuatu yang akan perlu dilupakan saat melihat kenyataan hidup.

Aku mungkin termasuk didalamnya..

Saat tumbuh dewasa badanku sakit2an dan berkacamata.
Jadi mustahil saya jadi atlet atau aparat TNI/polri.

Saya juga dari keluarga yang sangat miskin, berfikir soal apakah bisa lulus sekolah sampai SMA saja sudah merupakan mimpi buruk.

Saya juga menderita gangguan belajar, disleksia,  dan gangguan mental. Prestasi belajar saya sangat buruk disekolah.

Jadi mustahil kiranya untuk dapat beasiswa atau berfikir mampu jadi ilmuwan ,dokter.

Satu2nya jalan mungkin jadi "Gadungan"..

Entah Dokter Gadungan,  Polisi Gadungan, atau TNI gadungan.

Tapi karena itu bisa melanggar hukum.

Saya mengurungkan niat itu.

Karir yang tersisa ialah Ilmuwan Gadungan.

Jadilah saya Ilmuwan Gadungan, Ilmuwan abal2..

Saya kuliah di google, belajar di perpustakaan,  membaca banyak buku2 tentang sains, mengintip banyak jurnal ilmiah dan kuliah umum yang diupload akademisi di internet.

Entah soal Astrofisika, mekanika quantum, fisika dasar, matematika statistika.

Kemudian melakukan riset alakadarnya..

Karena dasarnya alakadarnya, dan saya nga begitu pintar..

Tak satupun penelitian saya menghasilkan sesuatu yang hebat dan layak diberi penghargaan.

Tapi setidaknya saya bisa menemukan teori matematika saya sendiri,  "MIRAI" ..

Sebuah rumus algoritma yang berdasar teori yang saya yakini :

"bahwa masa depan memiliki koneksi yang sama dengan masa lalu dan sekarang.  Apa yang terjadi di masa lalu dan sekarang, akan terjadi lagi di masa depan"

MIRAI ialah penemuanku yang belum sempurna..
Penemuan yang tercipta akibat tidak sengaja salah menulis rumus saat proses menciptakan teori tentang mesin waktu.

Tapi setidaknya, dibalik ketidak sempurnaannya..

karena MIRAI, aku bisa menghasilkan Milyaran Rupiah sebulan dari pasar sekuritas di komoditi, futures, forex atau saham.

Cukup buat beli kopi selama bergadang di kamar..
Tuk menemani perjuangan bodohku..

Seorang ilmuwan abal2 yang nga begitu pintar.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Penderita Gangguan jiwa itu tidak bebas.

Ada sebuah judul lagu dangdut koplo,

Yaitu "Wong Edan Kuwi bebas"

( Orang Gila itu bebas)

Dicover oleh banyak biduan dangdut koplo seperti Nella Kharisma, Enny Sagita,  Via Vallen dsb.

Ini adalah salah satu stigma atau label buruk masyarakat pada ODGJ..

Dimana orang awam melihat ODGJ banyak yg satu sisi,

Sakit gangguan jiwa itu menyerang pola pikir, perilaku,  emosi..

Karena perilaku dan pola pikir berubah,  sering tindakan seorang ODGJ itu diluar logika dan tidak wajar.

Menurut orang awam,  mereka berfikir ODGJ bertindak semaunya sendiri.
Nga perduli itu wajar atau tidak.

Wong edan itu katanya bebas..

Tidak semua pandangan orang awam seperti ini adalah salah, ada pula yang mungkin benar.

Akan tetapi,

"We are not free"

Seorang pengidap gangguan jiwa itu seperti sebuah Tahanan yang jiwanya terkurung di alam pikirannya sendiri.

Jika orang yang dipenjara di dunia nyata, dia masih bisa makan,  mandi , main gaple, atau ngomongin politik

Orang yang dipenjara dalam pikirannya belum tentu bisa demikian..

Pasien Bipolar ditipu  dan diperbudak oleh pikirannya sendiri.

Saat mania, dia ditipu bahwa dia itu manusia super,  paling benar,  paling hebat, padahal kenyataannya dia hanya remahan kue nastar.

Bukan siapa2..

Saat fase depresi dia ditipu pikirannya, bahwa dia itu tak berguna,  lebih baik mati, tak berguna.

Padahal dia belum tentu demikian..

Masalah sepele pun bisa dimark up seolah olah itu masalah mahaberat saat fase depresi menyerang.

Dia sekali lagi ditipu dan diperbudak oleh pikirannya..

Pengidap skizofrenia pun sama,
Sudah dikuasai oleh depresi, mania,  dia juga berhadapan dengan psikosis.

Ditipu oleh suara2 dan pikirannya bahwa dia orang spesial, seorang Nabi, saat Waham kebesaran.

Atau saat gejala paranoid,  dia ditipu bahwa Sopir Bus dan kernet yang dia naiki itu mau membunuhnya.
Jadi sebelum dibunuh,  hajar dulu sopirnya..

Atau Saat paranoid, suara2 itu berbisik bahwa suaminya itu mau pindah Agama, dan mau dinikahkan di sebuah Tempat ibadah oleh seorang pemuka Agama.

Makadari itu perlu dilabrak dan dimaki2 suaminya.

Jadi seorang Pengidap skizofrenia itu seorang tahanan yang dikuasai oleh pikirannya sendiri.

Dan mungkin tahanan untuk seumur hidupnya..

Sekali lagi,  seorang pengidap gangguan jiwa itu tak selalu seperti digambarkan orang awam.

Tak melulu identik pemasungan,  gelandangan, bicara melantur, dan lusuh.

Tapi dia seorang yang kena musibah, penyakit..

Makanya perlu dibawa berobat supaya bebas bersyarat dari penjaranya.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Banyak ODGJ yang nyambung saat ditanya atau diajak komunikasi oleh orang lain. Kemampuan tilik diri juga masih cukup baik. Masih mandi atau merawat diri.

Saya sering ketemu ODGJ semacam ini.

Orang awam selalu berfikir ODGJ itu seperti yang dicitrakan Atta Halilintar,  atau Baim Wong.

Misalnya gaya bicara nga jelas,  ngelantur,  pakaian lusuh,  mirip gelandangan.

Atau misalnya anggapan bahwa semua ODGJ itu pasti linglung dan nga jelas kalo ditanya.

Itu benar.. Tapi tak semua ODGJ semacam itu.

Penyakit Gangguan jiwa itu diagnosa banyak sekali.

Dan level kondisi kesehatan jiwa para penderitanya banyak sekali.

Bervariasi dari ringan,  menengah sampai kronis.

Selain itu gangguan jiwa ialah penyakit kambuhan.

Karena kambuhan,  ada intensitas antara Kekambuhan gejala dengan kondisi tidak kambuh.

Orang yg tahapan masih ringan dan menengah , kemampuan tilik diri dan rawat diri kadang masih ada.

Makanya bisa mandi,  berpakaian biasa,  atau mampu berkomunikasi dengan baik dengan orang.

Sebaliknya,  pada kondisi gangguan yang sangat kronis.

Kemampuan tilik diri si penderita mungkin lumpuh.

Kemampuan membedakan realitas rendah.

Akhirnya dikuasai gejala dan mengalami kelumpuhan fungsi kognitif atau fungsi berfikir.

Akibatnya tidak merespon atau tidak jelas saat diajak komunikasi.

Kemampuan merawat diri tidak ada,. Makanya ODGJ yang sudah kronis sudah jarang mandi. Makan pun apa yang bisa ditemui..

Saya harap masyarakat mampu memahami informasi ini tanpa memberi stigma dan informasi yg keliru.

Jika keliru, misal mengganggap ODGJ semua seperti yang dicitrakan Baim wong atau tayangan media.

Bahayanya ialah menjadi stigma, dan cap label keliru.

Yang susah bukan orang seperti saya.

Saya nga perduli cap label buruk masyarakat.
Ngak pengaruh kehidupan saya selain rasa jengkel..

Yang kasihan ialah keluarga dan pasien yang baru sakit.

Mau berobat udah takut cap dan label buruk duluan..

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Ada dulu mantan member KPSI yang sinis dan berpendapat mas Bagus Bagus Utomo dan Organisasi keswa itu Baperan dan terlalu over sensitif masalah "Gila" atau stigma pada gangguan jiwa.

Sampai2 partai politik, sinetron, konten youtube favoritnya dia dipermasalahkan.

Kalo orang awam atau tak terlalu terlibat mendampingi ODGJ selama puluhan tahun, mungkin cenderung berfikir demikian.

Bagi saya yang mendampingi Bibi saya yang ODS selama puluhan tahun,  melihat ini masalah serius.

Buat saya sendiri,  dikatain Gila ngak masalah,  ngak pengaruh.
Tayangan yg menjadikan Orang pemilik masalah kesehatan jiwa bahan candaan,  ejekan. Buat saya pribadi nga masalah.

Maaf dan kasih saya lebih besar dari amarah saya.

Dan mungkin Temen2 ODGJ dan keluarga pun kalo keluarga nya dibilang gila, Kuping udah kebal dan nga perduli.

Yang dipermasalahkan ialah orang awam,  keluarga dan pasien yang baru mengalami gejala gangguan jiwa.

Akibatnya akan ada stigma dan cap/label buruk pada pasien penyakit jiwa.

Hal ini menimbulkan denial yg bisa fatal.

Banyak yg akhirnya enggan berobat, bahkan orang tua maupun si pasien sendiri pun bakalan protes.

"ngapain saya berobat ke psikiater?  Emangnya saya gila?? "

" Ogah saya masuk RSJ,  saya ngak gila kok. Ngapain saja bareng orang2 gila itu?? "

Alhasil si pasien kesehatan bisa memburuk. Banyak waktu terbuang, padahal Golden time penyakit skizofrenia sekitar 3 sampai 5 tahun.

Diatas itu makin susah diobati..bisa jadi kronis.

Makanya hati2 akan waktu yang terbuang..
Karena rata2 pasien ODGJ pas berobat banyak yg telat.

Organisasi keswa protes sana sini soal konten itu bukan sok Eksklusif atau Baperan dan mudah tersinggung.

Tapi demi melindungi kehidupan ODGJ yg baru sakit dari pahitnya denial dan stigma.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Dulu pas umur saya 20 tahun,  saya hampir nikah. Tapi gagal karena gejala psikotik saya kambuh..

Saat itu saya bekerja di sebuah perusahaan makanan di Karawang Timur.

Gajinya hanya UMR. Tapi enaknya ialah saya diangkat karyawan tetap pas 6 Bulan kerja.

Jadi tunjangan2 seperti kesehatan keluarga, jamsostek dll dijamin.

Disitu saya mulai berpacaran dan akan menikah.

Tapi sayangnya ialah suatu malam ada suara2 dikepala saya.

Suara itu menyuruh saya melakukan sesuatu.

Karena capek, saya masa bodoh saja.  Saya acuhkan,  lama2 suara2 itu makin kuat dan semakin intens jaraknya.

Akhirnya tilik diri saya hilang, saya lepas kendali.

Tengah malam,  saya masuk pabrik saya sendiri lalu merusak dan mengambil bbrp barang yg entah itu apa.

Kemudian saya dipukuli satpam,

Paginya saya langsung dibawa ke Polisi.. Ditahan.

Didalam penjara saya meracau, ngomong sendiri,  ringkasnya sy dikuasai suara2 dan halusinasi.

Atas bantuan saudara saya dan kebaikan pihak polisi ( mungkin kasihan)  serta pihak perusahaan.

Saya bebas dari penjara..

Tapi saya kehilangan hampir semua hal didalam hidup saya.

Pekerjaan, saya kena masalah hukum otomatis SP3,  tanpa pesangon.
Pacar,  yang rencana nya mau saya nikahi habis lebaran, menjaga jarak.

Saya sadar,  krn mungkin malu dgn saya. Saya jadi bahan pembicaraan seluruh kecamatan.

Teman2 pun sama.. Saya dan mereka sama2 menjaga jarak.

Sama2 malu dan sungkan..

Dengan kakak saya dan keluarga pun saya malu.

Mrk pasti sakit hati dan kecewa..

Rasanya saat itu saya ingin mati..

Gejala psikotik saya makin kambuh.. Saya kabur dari kontrakan kakak saya, lalu berjalan ke arah bekasi..

Saya jadi gelandangan psikotik.

Hanya karena sekali menyerah dengan suara2 dikepala..

Saya kehilangan semuanya..

Saya dijalan, saat malam sering duduk diteras masjid yang sepi.

Menangisi takdir..

Apa salah dan dosa saya hingga saya begini menderita??

Kenapa Tuhan memberi "suara2" bangsat ini??

Saya dari kecil sudah sengsara.

Anak seorang tukang becak,. Miskin.

Waktu kecil untuk mencari uang jajan harus memulung botol bekas dulu.

Waktu sekolah pengidap disleksia,ADHD.akhirnya saya kesulitan membaca,  menulis,  dan buruk dalam Menghafal, Prestasi sekolah jelek. Temanku bisa membaca pas kelas O kecil di TK. Saya kelas 2 SD.

SMP mengidap gejala psikotik, perilaku aneh. Prestasi sekolah makin buruk dan dianggap aneh oleh orang.

Saat dewasa makin "hancur" ..

Saya ingin mati..
Jika ingin mati, saya tentu punya alasan kuat bukan?

Walau sebetulnya saya tak ingin mati. Saya hanya ingin berhenti menderita.

Tapi nurani saya tak mengizinkan...

Jika saya mati,  maka saya kalah..

Saya ingat dunia kejam pada saya.
Saya ingat pada teman2 yang membully dan meremehkan saya.
Saya ingat pada orang yg menghina saya "gila".

Jika saya mati,  maka saya kalah..

Jadi saya harus bertahan hidup,  apapun yang terjadi.
Karena saya belum kalah.

Ada hidup yang harus saya perjuangkan..
Ada mimpi yang ingin saya raih.

Saya boleh kehilangan apapun..
Tapi saya tak mau kehilangan harapan.

Untuk rekan semua,  kisah saya ini nyata adanya.

Harus kita sadari bahwa Gejala psikotik itu berbahaya.

Jangan dianggap remeh..

Akupun dulu berfikir..

"Ah,  hanya gejala ringan saja. Hampir nga pernah kambuh."

Tapi ketika capek bekerja, stress.

Saya lepas tilik diri dan kehilangan semuanya.

Menyakitkan bila diingat..
Tapi hal itu membuat saya sangat sadar pentingnya pengobatan untuk masalah kesehatan jiwa.

"Karena hanya orang yang pernah terbakar yang tahu panasnya api. "

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Tips Membuat Empuk Daging Sapi/Kambing ala Koki

Perkenalkan,  nama saya Rhio,  saya bekerja di bidang Food Service menjadi asisten Cook.

Saya ingin membagi sedikit ilmu dan tips yang saya pelajari dari para Chef dan Koki2 yang lebih senior selama bekerja di bidang perdapuran.

Tips membuat Daging Empuk sebetulnya sederhana.

Secara teori,  Daging itu alot atau. Liat karena ikatan proteinnya.

Mungkin,  analogikanya seperti adonan agar2.  Dia kenyal karena serat agar2 nya saling mengikat antar serat dan air. Jadi perlu dilepas ikatan2 protein dalam dagingnya.

A. TAHAP PRE-COOKING

Tahap persiapan bahan itu penting, untuk daging sapi/kambing yang akan dibuat empuk, daging bisa dipukul dengan alat pemukul daging.

Ada tool masak alat pemukul daging. Bentuknya mirip palu tapi memiliki sisi bergerigi. Gunanya selain memukul juga menusuk daging.
Jika tak ada,  bisa memakai kayu. Sambil dipukul,  ditusuk dengan garpu.
Agar ikatan protein terlepas dari proses dipukul itu.

Jangan terlalu lama,  supaya daging tidak hancur pas dimasak.

B. TAHAP Memasak

- Bila di Grill/ Panggang :

Bila daging di Grill,  sebaiknya jangan terlalu kering. Nanti kandungan air didalam daging akan habis dan daging jadi padat.

Tapi jika dimasak kurang lama,  daging juga kurang matang sempurna,  tak cocok untuk lidah orang Indonesia.

Solusinya ialah daging yang mau di Grill,  direndam dengan bumbu rendaman.

Entah bumbu kuning, kecap, saus BBQ,  atau bumbu2 untuk panggang.

Jadi saat proses memasak,  daging tak kering saat matang sempurna.

- Bila di Rebus atau Goreng.

Bila direbus atau Goreng,  akan terjadi proses osmosis.
Yaitu kandungan zat dan cairan dalam daging akan tersedot keluar.
Bila direbus,  hal ini ditandai dari warna air rebusan berubah warna.
Hal ini bisa membuat ikatan proteinnya semakin padat dan daging bisa liat.

Makanya bila direbus/goreng..
Sebaiknya perhatikan proses pre-cooking.
Sebaiknya daging dipukul2 sambil ditusuk.

Akan tetapi,  jika di Overcooked sekalian bisa. Misalnya di presto/ dimasak lama kayak rendang.

C. PENAMBAHAN ZAT.

Secara sederhana,  Ikatan protein dalam daging bisa terlepas sendirinya bila tercampur Zat Asam / Acid.

Makanya ada bahan tambahan pengempuk daging.

Tapi bila tak ada, bisa memakai beberapa bahan yang mudah ditemui..

Misal yang alami,  Asam jawa,  pasta Tomat..
Daging bisa diredam larutan asam jawa/dilumuri pasta tomat.

Yang tak alami, namun biasanya lebih cepat drpd bahan diatas..

misalnya
Air Soda, Air soda mengandung Asam fosfat
Air cuka,  cuka mengandung asam asetat ( CH3 COOH )

Atau obat sakit kepala/Nyeri,  misalnya Ponstan.
Mengandung Asam mefenamat ( C15 H15 NO2)

Aspirin mengandung Asam acetylsalicylic ( C9 H8 O4)

Bodrex, mengandung Parasetamol ( Acetaminophen acid )

Karena kode kimianya juga C H ( C8 H9 NO2 )  makanya dia punya sifat Acid/asam..

Bisa buat proses pelepasan ikatan protein dalam daging.

Demikian tips dari saya..

Yang jelas tips diatas tidak baku,  kita bisa berkreasi sesuka hati kita..
Masih banyak tehnik dan metodologi membuat empuk selain tips saya diatas

🙏🙏🙏

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About Me

About Me

Pengikut

Label

  • Cerita Komedi
  • Curhatanku
  • Motivasi
  • Tutorial

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • youtube

Postingan Populer

  • ALUR CERITA : ALUR MAJU, ALUR MUNDUR, DAN ALUR CAMPURAN
    1. Alur Maju : Ceritanya bergerak maju. Contoh sederhananya adalah misalnya cerpen itu awalnya menceritakan tentangg seorang anak k...
  • IDE KONTEN INVIDEO AI
    IDE KONTEN INVIDEO AI buatkan 3 kata motivasi bergaya stoicism  dalam bahasa inggris 
  • Balada Jomblo dan Penderita gangguan jiwa
    Balada Jomblo ODS .. terkadang, enggak enak juga "terkenal" di lingkungan  karena memiliki status ODS (Orang dengan skizofreni...
  • Cara Menulis Alur & Plot Cerita
    Oleh: Joni Lis Effendi Trik Sederhana Menulis Alur dan Plot Cerita Galau mau bedain alur dan plot? nih, KA kasih tahu gimana caranya ...
  • Echoes of the Night (confia en mi)
    In the silence of the cold night,   my sighs drift like the light,   I feel you near, though you're far,   like whispers echoing in a st...
  • Una Franela
    [Verse 1] Algo va a pasar esta noche Esto va a explotar esta noche Yo quiero masa en la pista Como la lengua de Dali [Verse 2] Somos eso que...
  • Kena Gigi, Uang Kembali
    Kena GIGI, Uang Kembali. Tahun 2008 dahulu,  ialah zaman jaya nya Game Online  PC dan Warnet khusus Game. Saat itu aku kecanduan Game Onli...
  • Kisah PSK paruh baya.
    Zaman itu aku masih 18 tahun. Masih hobi berpetualang keluar kota bila hari libur kerja. Suatu hari , saat pulang dari Surabaya dengan Kere...
  • Tragedi pengantin sunat
    Tragedi Pengantin Sunat. Aku mengalami sirkumsasi atau disunat saat SD. Akupun tak tahu awalnya, Awal Mulanya Bapakku saat magrib mengaja...
  • Esperando por Ti
    [Verse] En la ciudad la noche brilla Espero tu señal de vida Los coches pasan luces negras Tu llegada mi alma riega [Verse 2] Mariposas en e...

Arsip Blog

  • ▼  2026 (1)
    • ▼  September (1)
      • Cerpen Star Stealing Girl
  • ►  2025 (1)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2024 (95)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (77)
    • ►  Oktober (17)
  • ►  2022 (3)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2021 (6)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Februari (4)
  • ►  2020 (7)
    • ►  Desember (5)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2019 (33)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (8)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2018 (16)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2017 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2016 (4)
    • ►  November (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2015 (26)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (14)
    • ►  Agustus (4)

Created with by ThemeXpose | FreeBloggerTemplates.org