Rhio Kurniawan. Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Nata Prayoga Blog

Diary Seorang Komedian

Ini , bukan cerita tentang dia yang selalu bahagia.

Tidak juga tentang isakan tangis hingga langit ikut bersimpati padanya.

Ini tentang dia yang selalu datang di kala senja menyapa.

dan pergi ketika rembulan terbangun dari tidurnya.

Sebuah harapan yang berujung sia-sia.

Seolah tahu namun tak pernah dihiraukan.

Mencoba memahami ketidakhadirannya,meski tak pernah terucap oleh insan.

Hati telah mengisyaratkan namun raga seakan menolak.

Mungkin dia akan sadar tentang arti kata kemustahilan.

Namun, ia tetap bertahan di sisa puing-puing harapan.

Apakah ia kuat?

Entahlah

Semua akan terjawab saat dia tak lagi di sana.

Catatan 29des20

nataprayoga.blogspot.com
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments

Kadang kala luka dan sakit di hati tercipta karena ambisi yang salah.

Yaitu,

Berharap sesuatu pada yang melupakan.

Menunggu pada yang meninggalkan.

Atau Menanti seseorang yang tak mungkin Kembali.

Untuk apa? Dan kenapa tak pernah selalu terjawab oleh nalar.

Karena hati manusia itu sedalam samudera.

Dan seseorang bisa menyentuh perasaan seseorang hanya sekali.
Namun tak seorangpun tahu,

Sedalam apa perasaan itu tersimpan.

#Catatan /25-12- 2020

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Puncak tertinggi dari sebuah kerinduan yang paling Dahsyat..

Ialah ketika Dua Orang kekasih yang terpisah jarak.

Tidak Saling berkirim Pesan SMS
Tidak Saling bertukar stiker WA,komentar Facebook dan lain-lain.

Tetapi keduanya diam-diam saling Masturbasi.

#Wangsit/23/12/2020

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Adapun, Brian Phillips, salah satu penulis olahraga kawakan di Amerika, tak akan pernah lupa bagaimana etos kerja keras Kobe. Dalam obituari untuk mendiang yang berjudul Kobe Always Showed His Work. So We Have to Remember Him, Too, Phillips menulis: 

“Kobe selalu menilai bahwa basket adalah olahraga yang tidak bisa disetir seenak jidat oleh takdir. Bagi Kobe, juara adalah tentang 1000 repetisi latihan. Dan saat ia mampu terus berjalan di tengah lawan-lawan yang berjatuhan, itu karena kakinya 10.000 kali lebih teruji dari lawan.”
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Kita semua Difabel


Ada sebuah hari. 

Dimana hari itu mampu mengubah cara pandangku melihat dunia.


Saat itu, Jam terakhir Sekolah dan ada Ulangan Harian.


Ulangan sudah selesai saat bel sekolah berbunyi.


Semua orang di kelas bergegas membereskan mejanya dan beranjak pulang. 


Kecuali dua orang. 


Ibu Guruku yang sedang sibuk mengkoreksi jawaban Dan Aku yang duduk sendirian sambil melamun.


Lalu Bu Guru menegurku, 


"Kamu enggak pulang?"


Aku tak menjawab,  tapi balik bertanya.


"Bu.. Saya ini pekok ( goblok) lho bu,  apakah orang seperti saya ini nanti bisa sugih (kaya/sukses)  ???"


"Yang bilang kamu goblok siapa?"


"Teman-teman buu.."

"Ya sudah,  ngak usah dipercaya.! "


"Tapi saya percaya lho Bu.. Soalnya nilai ulangan saya jelek semua. 

Juga orang dirumah dan teman2 itu suka ngomel saya itu nga becus kalau disuruh apa-apa."


[ Note : Aku punya gangguan disleksia dan mental Disorder kala itu ]


Bu guru diam sebentar, lalu dia melambaikan tangan dengan isyarat supaya aku maju ke meja guru. 


Dia lalu mengambil kotak alat tulis dari dalam tas miliknya. 


Lalu kotak itu dibuka dan disodorkan kedepanku. 


"Ambil"


Aku mengambil satu buah pulpen. Warnanya hitam. Kalau tak salah,  mereknya snowman. 


Lalu Bu guru mengambil beberapa pulpen dengan tangan dia yang lain. 


Beliau kemudian berkata, 


"Tidak ada orang yang bodoh atau tidak berguna. Hanya kemampuan yang berbeda.


Fokus dengan apa yang bisa kau lakukan. 


Kamu punya satu pulpen, gunakan. 


Tak usah perduli orang lain yang memiliki pulpen lebih banyak."


Itulah hari dimana aku memandang hidup dan diriku dengan pandangan lebih baik. 


Sejak saat itu,  aku menyadari setiap orang itu terlahir berbeda dan punya kemampuan yang berbeda pula,  atau terlahir Different ability /difable. 


Jadi tak ada yang bodoh, hanya kemampuan yang berbeda. 


Jadi, aku tak punya alasan lagi untuk menganggap kekurangan ku sebagai pemilik mental disorder dan anak orang tak punya sebagai alasan kenapa aku tak bisa. 


Ya memang banyak hal yang tak bisa aku lakukan atau miliki dibandingkan dengan orang lain.


Namun, hidup memang tentang apa yang kita miliki atau bisa lakukan. 
Bukan sebaliknya.

Seseorang yang tak bisa atau tak punya A, B, atau C,  belum tentu tak bisa apa2. 

Mungkin saja dia bisa atau memiliki D, atau E. 

Dan itu saja sudah cukup.


Walau mungkin kamu hanya punya satu pulpen, tapi setidaknya kamu masih bisa menulis. 


Jadi,  tak perlu memikirkan orang yang pulpennya lebih banyak.


- Sebuah Pesan untuk masa lalu-

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Mie Ayam Pak Joni

Minggu sore itu, saya di depan gang rumah duduk menunggu tukang Mie Ayam langganan.

Penjual Mie Ayam itu namanya Pak Mujani yang lebih dikenal dengan nama Pak "Joni". Seorang pria paruh baya yang sudah puluhan tahun mengais nafkah dengan berjualan mie ayam.

saya sudah lama jadi customer produk mie ayam miliknya.
Karena selain Mie Ayamnya enak, Pak Joni juga enak jika diajak ngobrol. Dan yang penting, dia cukup pengertian ketika tanggal tua. Alias 'dihutangi' 😂😂😂

Karena dia lama tidak muncul, saya kemudian jalan-jalan keliling kompleks. setelah berjalan sekitar seperminuman teh, Di ujung Gang RW sebelah kulihat Gerobak yang sudah tidak Asing lagi denganku.itu adalah gerobak Mie Ayam langananku, "Mie Ayam Joni".

Namun kulihat  dia tengah berasyik masyuk duduk di pinggir jalan, dia cekikikan sambil melihat sesuatu yang ada di tangannya.

Bahkan saking asiknya,tanpa sadar dia meninggalkan gerobak mie ayamnya begitu saja, seakan mengundang orang iseng untuk mengangkut dan membawa lari gerobaknya.

Karena penasaran, diriku pun bertanya.
“Pak Jon…” kupanggil sekali dia enggan menyahut. kemudian kukeraskan suaraku. “Pak… beli mie ayamnya satu!!" diapun menoleh dan menyahut balik,

“Eh mas ganteng… " sahut dia terlihat kaget.

Nah ini satu hal yang aku suka dari pak Joni. Orangnya suka bicara bohong demi menyenangkan hati saya.

"Di panggil kok ora bales ? sedang apa kok asik bener di pojokan situ?” tanyaku.

" ini lho mas, lagi sibuk update setatus ..!!”

" Wooooogh.." sahutku terkesima.

"Pak Jon  ternyata pesbukan juga tho sekarang??” tanyaku heran.

“Ya iyalah mas. Udah lama sebetulnya..!!" jawab dia datar.
kemudian dia menambahkan

"Sebetulnya dulu, buat main-main saja.  Tapi saya pikir, lumayan juga buat menjaring pelanggan lewat jejaring media sosial seperti facebook . kata pak Hermawan Kartajaya Seorang Konsultan marketing terkenal, kan dalam berdagang kita harus selalu kreatif dan bisa melakukan diferensiasi termasuk dalam hal marketing atau pemasaran mas, jika teman penjual gerobak mie ayam dorong lain tidak promosi lewat media sosial,  Saya harus melakukan hal berbeda. Yaitu memakai facebook. ”

Ya Ampun .. tidak kukira Pak Joni walo cuma jualan mie ayam, dan kelihatan seperti bapak-bapak kurang update, dia cukup pinter.

Bahasanya tinggi kayak pengamat ekonomi di televisi.  Kalah Aku.
Aku aja ngak tau siapa yang namanya Hermawan Kartajaya sebelumnya.

Diam-diam Aku menaruh rasa kagum pada Pak Joni.

“Emang statusnya apaan,  pak?” tanyaku penasaran.

“Nih mas aku bacain.."
dia bangkit dan menarik nafasnya dalam-dalam untuk bersiap membacakan status Facebooknya.

"Promo Mie Ayam JONI :
+ Beli dua gratis ceker
+ Beli tiga gratis Es Teh
+ Beli empat gratis timbang badan… takutnya anda obesitas.

Mie Ayam JONI : Melayani dengan Hati,ampela dan jeroan ayam lainnya…”

GUBRAK!!!
Dua kosong untuk pak Joni.

Aku aja yang udah lama fesbukan aja ngak bisa bikin status yang lucu dan atraktif kayak dia. dia yang selama ini kukenal sebagai bapak-bapak biasa, ternyata menyimpan rahasia unik yang tak terduga. saya dengan segala kerendahan hati angkat topi untuk pak joni.

Namun ada sesuatu yang aneh sewaktu kulirik ke Henpon yang dia pakai, aku kira ponsel yang dia gunakan untuk facebookan itu minimal Ponsel Android murah yang sudah bisa dipakai untuk internetan.

Selidik punya selidik, ternyata...

Ponselnya nokia senter batangan lawas bin jadul.

Ponselnya juga kelihatan masih monokrom alias belum multi warna . dan tentunya saya ragu ponsel seperti itu apa bisa untuk main facebook.

“Pak, tapi kok bisa update pesbuk pake henpon sederhana kayak gitu? Gimana caranya??”
Tanyaku keheranan.

“Oh itu gampang mas, saya tinggal nulis statusnya lewat SMS lalu kirim ke Tri..” jawab dia datar.

“Ohh… bapak pake Kartu Operator Three ya?? Kan bisa juga Facebookan Lewat kirim SMS ??”

“Bukaaaan mas,"Jawab pak Joni.

"Loh?? kok bisa?? memangnya Bapak pakai cara gimana?"

tanyaku semakin penasaran.

"Tri itu lengkapnya Tri wulandari… Dia itu anak saya, dia saya belikan Handphone android , Jadi kalo butuh update status, tinggal sms dia aja. nanti dia yang gantikan update status saya.
Lha saya ini kan ngak ngerti caranya mbukak internet mas? "

Mendadak kepalaku pusing…

Ealah.. ternyata orangnya masih gaptek tho. Sama aja kayak saya dong!

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Rahasia sukses sebuah Keluarga Tionghoa.

Waktu SD, Aku pernah mulung disebuah tong sampah sebuah rumah orang kaya.

Yang punya , ialah Koh Ahong.. orang Tionghoa dan orang terkaya di kampungku.

Suatu hari,  aku diperhatikan olehnya saat mengorek tempat sampah.

Karena salut lihat anak seusiaku sudah bisa nyari uang sendiri,

Dia mengajakku ke halaman belakang rumahnya.

Disana banyak kardus bekas, botol2 dan barang tak terpakai yang bisa kuambil sesukanya untuk dijual.

Sejak saat itu, seminggu sekali aku datang kerumahnya untuk mengambil barang bekas yang sekiranya bisa kuambil tuk dijual.

Olehnya,  aku dipanggil "Sinyo".
Katanya,  namaku Rio itu susah dilafalkan oleh lidahnya.

Beliau orang yang dermawan, beliau suka membagi makanan dan uang pada karyawan atau orang di dekatnya, termasuk aku.

Tapi padaku lebih sering memberi buku ,koran atau majalah bekas.

"biar otakku lebih berisi" , katanya.

Suatu hari, aku berkata padanya saat bersantai di garasi rumahnya.

"Enak ya koh, jadi orang kaya..nga perlu susah2 kerja buat nyari uang"

Lalu dia menjawab,

"kau mau tahu rahasia kenapa aku bisa jadi orang kaya,  nyo?"

"iyo pak.."

"ngene le.. Kakek Buyutku dulu biasa kerja 16 jam sehari.
Dari pagi hingga malam.
Agar kakekku bisa kerja 14 jam sehari.

Lalu kakekku kerja 14 jam sehari agar ayahku cukup bekerja 12 jam sehari.

Sedangkan Ayahku bekerja 12 jam sehari agar aku bisa bekerja cukup 10 jam sehari.

Intinya, nyo..

Lelaki itu seharusnya bekerja keras.

Karena, kerja kerasnya itu tak hanya dinikmati oleh dirinya.
Tapi juga orang lain.

Harta nga dibawa mati,  tapi warisanmu.. bisa dimanfaatkan orang yang masih hidup.

Mau cari sekolah atau pendidikan yang bagus juga butuh biaya.
( btw,  semua anaknya kuliah ke Ostrali )

Mau bikin usaha juga perlu modal Nga sedikit. Nyo. .

Bapak ku ae punya toko dulu modal dari kakekku.

Tapi yang penting itu ialah jiwa kerja kerasmu akan tetap hidup pada orang yang kau tinggal saat kau mati.

Anakmu atau keturunanmu tanpa sadar akan meniru dan terinspirasi oleh cara kerjamu dan perjuanganmu saat hidup.
Karena kau telah memberi contoh sejak mereka kecil.

Aku lebih suka mewariskan kerja kerasku daripada kemalasanku pada anak cucuku.

Gitu,  nyo.. "

20 tahunan lebih berlalu dan aku masih saja bermalas-malasan.

Ternyata nasehat baik,  lebih mudah dihafal daripada dilakukan.

😂🙏

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About Me

About Me

Pengikut

Label

  • Cerita Komedi
  • Curhatanku
  • Motivasi
  • Tutorial

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • youtube

Postingan Populer

  • ALUR CERITA : ALUR MAJU, ALUR MUNDUR, DAN ALUR CAMPURAN
    1. Alur Maju : Ceritanya bergerak maju. Contoh sederhananya adalah misalnya cerpen itu awalnya menceritakan tentangg seorang anak k...
  • IDE KONTEN INVIDEO AI
    IDE KONTEN INVIDEO AI buatkan 3 kata motivasi bergaya stoicism  dalam bahasa inggris 
  • Balada Jomblo dan Penderita gangguan jiwa
    Balada Jomblo ODS .. terkadang, enggak enak juga "terkenal" di lingkungan  karena memiliki status ODS (Orang dengan skizofreni...
  • Cara Menulis Alur & Plot Cerita
    Oleh: Joni Lis Effendi Trik Sederhana Menulis Alur dan Plot Cerita Galau mau bedain alur dan plot? nih, KA kasih tahu gimana caranya ...
  • Echoes of the Night (confia en mi)
    In the silence of the cold night,   my sighs drift like the light,   I feel you near, though you're far,   like whispers echoing in a st...
  • Una Franela
    [Verse 1] Algo va a pasar esta noche Esto va a explotar esta noche Yo quiero masa en la pista Como la lengua de Dali [Verse 2] Somos eso que...
  • Kena Gigi, Uang Kembali
    Kena GIGI, Uang Kembali. Tahun 2008 dahulu,  ialah zaman jaya nya Game Online  PC dan Warnet khusus Game. Saat itu aku kecanduan Game Onli...
  • Kisah PSK paruh baya.
    Zaman itu aku masih 18 tahun. Masih hobi berpetualang keluar kota bila hari libur kerja. Suatu hari , saat pulang dari Surabaya dengan Kere...
  • Tragedi pengantin sunat
    Tragedi Pengantin Sunat. Aku mengalami sirkumsasi atau disunat saat SD. Akupun tak tahu awalnya, Awal Mulanya Bapakku saat magrib mengaja...
  • Esperando por Ti
    [Verse] En la ciudad la noche brilla Espero tu señal de vida Los coches pasan luces negras Tu llegada mi alma riega [Verse 2] Mariposas en e...

Arsip Blog

  • ▼  2026 (1)
    • ▼  September (1)
      • Cerpen Star Stealing Girl
  • ►  2025 (1)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2024 (95)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (77)
    • ►  Oktober (17)
  • ►  2022 (3)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2021 (6)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Februari (4)
  • ►  2020 (7)
    • ►  Desember (5)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2019 (33)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (8)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2018 (16)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2017 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2016 (4)
    • ►  November (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2015 (26)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (14)
    • ►  Agustus (4)

Created with by ThemeXpose | FreeBloggerTemplates.org