Rhio Kurniawan. Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Nata Prayoga Blog

Diary Seorang Komedian

Adapun, Brian Phillips, salah satu penulis olahraga kawakan di Amerika, tak akan pernah lupa bagaimana etos kerja keras Kobe. Dalam obituari untuk mendiang yang berjudul Kobe Always Showed His Work. So We Have to Remember Him, Too, Phillips menulis: 

“Kobe selalu menilai bahwa basket adalah olahraga yang tidak bisa disetir seenak jidat oleh takdir. Bagi Kobe, juara adalah tentang 1000 repetisi latihan. Dan saat ia mampu terus berjalan di tengah lawan-lawan yang berjatuhan, itu karena kakinya 10.000 kali lebih teruji dari lawan.”
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Kita semua Difabel


Ada sebuah hari. 

Dimana hari itu mampu mengubah cara pandangku melihat dunia.


Saat itu, Jam terakhir Sekolah dan ada Ulangan Harian.


Ulangan sudah selesai saat bel sekolah berbunyi.


Semua orang di kelas bergegas membereskan mejanya dan beranjak pulang. 


Kecuali dua orang. 


Ibu Guruku yang sedang sibuk mengkoreksi jawaban Dan Aku yang duduk sendirian sambil melamun.


Lalu Bu Guru menegurku, 


"Kamu enggak pulang?"


Aku tak menjawab,  tapi balik bertanya.


"Bu.. Saya ini pekok ( goblok) lho bu,  apakah orang seperti saya ini nanti bisa sugih (kaya/sukses)  ???"


"Yang bilang kamu goblok siapa?"


"Teman-teman buu.."

"Ya sudah,  ngak usah dipercaya.! "


"Tapi saya percaya lho Bu.. Soalnya nilai ulangan saya jelek semua. 

Juga orang dirumah dan teman2 itu suka ngomel saya itu nga becus kalau disuruh apa-apa."


[ Note : Aku punya gangguan disleksia dan mental Disorder kala itu ]


Bu guru diam sebentar, lalu dia melambaikan tangan dengan isyarat supaya aku maju ke meja guru. 


Dia lalu mengambil kotak alat tulis dari dalam tas miliknya. 


Lalu kotak itu dibuka dan disodorkan kedepanku. 


"Ambil"


Aku mengambil satu buah pulpen. Warnanya hitam. Kalau tak salah,  mereknya snowman. 


Lalu Bu guru mengambil beberapa pulpen dengan tangan dia yang lain. 


Beliau kemudian berkata, 


"Tidak ada orang yang bodoh atau tidak berguna. Hanya kemampuan yang berbeda.


Fokus dengan apa yang bisa kau lakukan. 


Kamu punya satu pulpen, gunakan. 


Tak usah perduli orang lain yang memiliki pulpen lebih banyak."


Itulah hari dimana aku memandang hidup dan diriku dengan pandangan lebih baik. 


Sejak saat itu,  aku menyadari setiap orang itu terlahir berbeda dan punya kemampuan yang berbeda pula,  atau terlahir Different ability /difable. 


Jadi tak ada yang bodoh, hanya kemampuan yang berbeda. 


Jadi, aku tak punya alasan lagi untuk menganggap kekurangan ku sebagai pemilik mental disorder dan anak orang tak punya sebagai alasan kenapa aku tak bisa. 


Ya memang banyak hal yang tak bisa aku lakukan atau miliki dibandingkan dengan orang lain.


Namun, hidup memang tentang apa yang kita miliki atau bisa lakukan. 
Bukan sebaliknya.

Seseorang yang tak bisa atau tak punya A, B, atau C,  belum tentu tak bisa apa2. 

Mungkin saja dia bisa atau memiliki D, atau E. 

Dan itu saja sudah cukup.


Walau mungkin kamu hanya punya satu pulpen, tapi setidaknya kamu masih bisa menulis. 


Jadi,  tak perlu memikirkan orang yang pulpennya lebih banyak.


- Sebuah Pesan untuk masa lalu-

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Mie Ayam Pak Joni

Minggu sore itu, saya di depan gang rumah duduk menunggu tukang Mie Ayam langganan.

Penjual Mie Ayam itu namanya Pak Mujani yang lebih dikenal dengan nama Pak "Joni". Seorang pria paruh baya yang sudah puluhan tahun mengais nafkah dengan berjualan mie ayam.

saya sudah lama jadi customer produk mie ayam miliknya.
Karena selain Mie Ayamnya enak, Pak Joni juga enak jika diajak ngobrol. Dan yang penting, dia cukup pengertian ketika tanggal tua. Alias 'dihutangi' 😂😂😂

Karena dia lama tidak muncul, saya kemudian jalan-jalan keliling kompleks. setelah berjalan sekitar seperminuman teh, Di ujung Gang RW sebelah kulihat Gerobak yang sudah tidak Asing lagi denganku.itu adalah gerobak Mie Ayam langananku, "Mie Ayam Joni".

Namun kulihat  dia tengah berasyik masyuk duduk di pinggir jalan, dia cekikikan sambil melihat sesuatu yang ada di tangannya.

Bahkan saking asiknya,tanpa sadar dia meninggalkan gerobak mie ayamnya begitu saja, seakan mengundang orang iseng untuk mengangkut dan membawa lari gerobaknya.

Karena penasaran, diriku pun bertanya.
“Pak Jon…” kupanggil sekali dia enggan menyahut. kemudian kukeraskan suaraku. “Pak… beli mie ayamnya satu!!" diapun menoleh dan menyahut balik,

“Eh mas ganteng… " sahut dia terlihat kaget.

Nah ini satu hal yang aku suka dari pak Joni. Orangnya suka bicara bohong demi menyenangkan hati saya.

"Di panggil kok ora bales ? sedang apa kok asik bener di pojokan situ?” tanyaku.

" ini lho mas, lagi sibuk update setatus ..!!”

" Wooooogh.." sahutku terkesima.

"Pak Jon  ternyata pesbukan juga tho sekarang??” tanyaku heran.

“Ya iyalah mas. Udah lama sebetulnya..!!" jawab dia datar.
kemudian dia menambahkan

"Sebetulnya dulu, buat main-main saja.  Tapi saya pikir, lumayan juga buat menjaring pelanggan lewat jejaring media sosial seperti facebook . kata pak Hermawan Kartajaya Seorang Konsultan marketing terkenal, kan dalam berdagang kita harus selalu kreatif dan bisa melakukan diferensiasi termasuk dalam hal marketing atau pemasaran mas, jika teman penjual gerobak mie ayam dorong lain tidak promosi lewat media sosial,  Saya harus melakukan hal berbeda. Yaitu memakai facebook. ”

Ya Ampun .. tidak kukira Pak Joni walo cuma jualan mie ayam, dan kelihatan seperti bapak-bapak kurang update, dia cukup pinter.

Bahasanya tinggi kayak pengamat ekonomi di televisi.  Kalah Aku.
Aku aja ngak tau siapa yang namanya Hermawan Kartajaya sebelumnya.

Diam-diam Aku menaruh rasa kagum pada Pak Joni.

“Emang statusnya apaan,  pak?” tanyaku penasaran.

“Nih mas aku bacain.."
dia bangkit dan menarik nafasnya dalam-dalam untuk bersiap membacakan status Facebooknya.

"Promo Mie Ayam JONI :
+ Beli dua gratis ceker
+ Beli tiga gratis Es Teh
+ Beli empat gratis timbang badan… takutnya anda obesitas.

Mie Ayam JONI : Melayani dengan Hati,ampela dan jeroan ayam lainnya…”

GUBRAK!!!
Dua kosong untuk pak Joni.

Aku aja yang udah lama fesbukan aja ngak bisa bikin status yang lucu dan atraktif kayak dia. dia yang selama ini kukenal sebagai bapak-bapak biasa, ternyata menyimpan rahasia unik yang tak terduga. saya dengan segala kerendahan hati angkat topi untuk pak joni.

Namun ada sesuatu yang aneh sewaktu kulirik ke Henpon yang dia pakai, aku kira ponsel yang dia gunakan untuk facebookan itu minimal Ponsel Android murah yang sudah bisa dipakai untuk internetan.

Selidik punya selidik, ternyata...

Ponselnya nokia senter batangan lawas bin jadul.

Ponselnya juga kelihatan masih monokrom alias belum multi warna . dan tentunya saya ragu ponsel seperti itu apa bisa untuk main facebook.

“Pak, tapi kok bisa update pesbuk pake henpon sederhana kayak gitu? Gimana caranya??”
Tanyaku keheranan.

“Oh itu gampang mas, saya tinggal nulis statusnya lewat SMS lalu kirim ke Tri..” jawab dia datar.

“Ohh… bapak pake Kartu Operator Three ya?? Kan bisa juga Facebookan Lewat kirim SMS ??”

“Bukaaaan mas,"Jawab pak Joni.

"Loh?? kok bisa?? memangnya Bapak pakai cara gimana?"

tanyaku semakin penasaran.

"Tri itu lengkapnya Tri wulandari… Dia itu anak saya, dia saya belikan Handphone android , Jadi kalo butuh update status, tinggal sms dia aja. nanti dia yang gantikan update status saya.
Lha saya ini kan ngak ngerti caranya mbukak internet mas? "

Mendadak kepalaku pusing…

Ealah.. ternyata orangnya masih gaptek tho. Sama aja kayak saya dong!

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Rahasia sukses sebuah Keluarga Tionghoa.

Waktu SD, Aku pernah mulung disebuah tong sampah sebuah rumah orang kaya.

Yang punya , ialah Koh Ahong.. orang Tionghoa dan orang terkaya di kampungku.

Suatu hari,  aku diperhatikan olehnya saat mengorek tempat sampah.

Karena salut lihat anak seusiaku sudah bisa nyari uang sendiri,

Dia mengajakku ke halaman belakang rumahnya.

Disana banyak kardus bekas, botol2 dan barang tak terpakai yang bisa kuambil sesukanya untuk dijual.

Sejak saat itu, seminggu sekali aku datang kerumahnya untuk mengambil barang bekas yang sekiranya bisa kuambil tuk dijual.

Olehnya,  aku dipanggil "Sinyo".
Katanya,  namaku Rio itu susah dilafalkan oleh lidahnya.

Beliau orang yang dermawan, beliau suka membagi makanan dan uang pada karyawan atau orang di dekatnya, termasuk aku.

Tapi padaku lebih sering memberi buku ,koran atau majalah bekas.

"biar otakku lebih berisi" , katanya.

Suatu hari, aku berkata padanya saat bersantai di garasi rumahnya.

"Enak ya koh, jadi orang kaya..nga perlu susah2 kerja buat nyari uang"

Lalu dia menjawab,

"kau mau tahu rahasia kenapa aku bisa jadi orang kaya,  nyo?"

"iyo pak.."

"ngene le.. Kakek Buyutku dulu biasa kerja 16 jam sehari.
Dari pagi hingga malam.
Agar kakekku bisa kerja 14 jam sehari.

Lalu kakekku kerja 14 jam sehari agar ayahku cukup bekerja 12 jam sehari.

Sedangkan Ayahku bekerja 12 jam sehari agar aku bisa bekerja cukup 10 jam sehari.

Intinya, nyo..

Lelaki itu seharusnya bekerja keras.

Karena, kerja kerasnya itu tak hanya dinikmati oleh dirinya.
Tapi juga orang lain.

Harta nga dibawa mati,  tapi warisanmu.. bisa dimanfaatkan orang yang masih hidup.

Mau cari sekolah atau pendidikan yang bagus juga butuh biaya.
( btw,  semua anaknya kuliah ke Ostrali )

Mau bikin usaha juga perlu modal Nga sedikit. Nyo. .

Bapak ku ae punya toko dulu modal dari kakekku.

Tapi yang penting itu ialah jiwa kerja kerasmu akan tetap hidup pada orang yang kau tinggal saat kau mati.

Anakmu atau keturunanmu tanpa sadar akan meniru dan terinspirasi oleh cara kerjamu dan perjuanganmu saat hidup.
Karena kau telah memberi contoh sejak mereka kecil.

Aku lebih suka mewariskan kerja kerasku daripada kemalasanku pada anak cucuku.

Gitu,  nyo.. "

20 tahunan lebih berlalu dan aku masih saja bermalas-malasan.

Ternyata nasehat baik,  lebih mudah dihafal daripada dilakukan.

😂🙏

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Ada yang mengeluh lagi jadi pengangguran habis kena PHK,  atau nganggur karena lamaran blum dipangil2. 

Ada pengangguran sadar politik.

Menjadikan pemerintah sebagai sebab dia menganggur dan susah mencari pekerjaan. 

Atau ada yg menganggur lalu menjadikan keterbatasan dirinya, misal kemiskinan, disabilitas mentalnya sebagai sebab dia menganggur.

Saya sendiri merasa nga pernah jadi pengangguran.

Hal ini karena kebiasaan mencari uang sejak SD. 

Kalo ngak jadi pemulung ya ngamen.

Lulus STM,  temanku banyak yg menunggu pekerjaan dengan dirumah melulu, aku kerja jadi kuli bangunan atau serabutan. Sambil nunggu pekerjaan. 

Saat gejala gangguan psikotik kambuh,  aku berhenti kerja di pabrik di karawang. 

Tapi enggak menganggur, 
Walau gejala2 masih menganggu,  aku terus paksa kerja serabutan. 

Kenapa? 

Aku menyadari pemilik masalah mental itu serba salah. 

Jika kerja pasti sulit hadapi tekanan dan stress saat kerja. 

Tapi menganggur dan diam saja bisa lebih buruk.

Karena badan ngak bergerak,  otak bisa aktif terlalu berat lalu bisa ngelantur kemana mana. 

Ujung2nya halusinasi bisa cepat muncul dan tanpa sadar, perilaku,pola pikir dan emosi berubah. 

Makanya.. 

Biarpun misal hari libur atau cuti, aku pasti bergerak untuk hasilkan sesuatu, entah kerja apa atau jualan apa.

Karena.. 

Tetap nyari duit dalam Kondisi apapun adalah jalan ninjaku. 

Ada perbedaan besar ama ODGJ yg pengangguran ama ODGJ yg bekerja. 

Ini kelihatan juga dari medsosnya yg toxic.

Sudah mengeluh melulu, hobinya playing victim pula.

Itu karena si ODGJ emang kurang kerjaan. Makanya tak ada hal lain yang bisa dibagikan kecuali masalah hidupnya. 

ODGJ yg bekerja, perilaku dan pola pikir udah beda. 

Seringnya Interaksi dengan dunia nyata membuat dia kelihatan normal dan santuy.

Misal saat stress.

Saat stress, ada banyak rekan2 kerja gue yang bisa diajak bercanda, lalu habis jam kerja pergi mancing atau godain ceue cakep di jembatan.

Itu ngak bisa terjadi jika saya dirumah melulu.

😏😏😏
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Mbah Djito,  Antara Romusha dan pahlawan kerja.

Waktu kecil,  aku suka bila diajak bapak sowan atau bertamu ke rumah Almarhum Mbah Djito.

Mbah Djito adalah sesepuh kampung yang telah hidup sejak Jaman Belanda.
Dia masih kerabat dari kakekku.

Bapakku sendiri memanggil beliau dengan "pak dhe". ( panggilan kepada paman)

Dengan pengalaman hidup di berbagai zaman yang berbeda,  beliau tentu punya ceritera menarik dari pengalamannya masa muda.

Dan kadang,  saat kedatangan tamu,  mbah Djito tak segan2 berbagi kenangan dan kehidupannya dahulu. Dan uniknya. mbah djito ini walau sudah berumur,  tidak kelihatan pikun.
Mungkin karena kebiasaannya membaca.
Jadi cerita2 beliau terasa menarik dan cukup detail.
Seolah2 yang mendengar bisa ikut merasakan peristiwa itu.

Suatu sore, Bapak mengajakku Bertamu ke Mbah Djito lagi.

Kali ini,  beliau menceritakan kenangan beliau semasa menjadi seorang Romusha dizaman pendudukan jepang.

Beliau termasuk angkatan Romusha ke 4 atau 5 di kampungnya dahulu.

Kata mbah, kala itu Pemerintah Jepang mewajibkan para lurah,  demang,  atau carik di desa untuk menginventarisir para penduduk laki2 yang Usia kerja.
( sekitar 16 sampai 30 tahunan)

Entah laki2 atau perempuan.

Dan tiap desa diberi jatah untuk mengirimkan wakilnya untuk ikut Romusha.
Dan pemberangkatannya digilir.
Jadi mbah Djito kebagian jatah sedikit belakangan.

Sebelum berangkat, di rumah lurah desa,  pihak tentara jepang menjelaskan bila dia dan penduduk desa diminta menjadi Romusha atau "Pahlawan kerja" untuk pemerintah negeri ini.

Dimana negeri ini, jika mau maju membutuhkan para pejuang.

Jika para tentara berjuang di medan perang,  maka orang2 seperti mbah djito dianggap pejuang yg bekerja untuk membangun bangsa ini.

Konon,  seingat mbah..

Dalam kontrak awal, Pekerja Romusha digaji antara 0,4 hingga 0,6 Uang Federal ( F ) perhari.

Serta jatah beras 200gram sehari.

Namun mbah djito mengaku bisa digaji 0,8 F.  Alasannya ialah mbah djito kebetulan pernah dan bisa baca tulis.

Jadi mudah diajari bahasa jepang, lalu bisa diangkat jadi "Kocho" / kepala group. Yang gajinya sedikit
Lebih besar.

Pertengahan Tahun Jepang 2604 ( sekitar 1944)

Pertama kali mbah merasakan rasanya tinggal diluar pulau jawa.

Mbah awalnya sedikit kaget dan bingung saat tinggal dan bekerja di kalimantan.
Nyamuk lebih ganas daripada di jawa dan airnya tak seenak sumur di belakang rumahnya.

Tapi lama2 terbiasa..

Mbah bekerja di bagian barak pemotongan kayu.

Yang dia sukai saat jadi Romusha ialah saat makan.

Karena dianggap seperti pejuang oleh pemerintah nippon,

Beliau bisa merasakan makan beras atau nasi.

Makanan yang mungkin jatahnya tentara jepang.

Kata mbah,  jaman jepang itu jika panen pasti diambil paksa tentara nippon.

Alasannya demi perang untuk negeri ini.

Makanya penduduk harus bertanam padi lalu menyerahkan hasil gabah ke tentara nippon.

Akhirnya, penduduk kecil macam beliau makanan pokoknya paling talas, singkong,  atau gadung beracun yg tak mungkin diambil jepang.

Nasi barang mewah, dan itu hanya sering dia rasakan saat jadi romusha.

Makanya,  mbah mengaku sangat menyukai saat2 makan.
Karena merasa,  saat itulah dia merasakan sedikit nikmatnya hidup.

Yah, kehidupan orang zamannya memang sesederhana itu.

Bagi beliau, di masa sulit seperti itu bisa makan nasi saja sudah bahagia luar biasa.

Tak perlu ngopi ke starbak, main smartphone  seperti zaman milenial untuk mencapai kebahagiaan.

Karena belom ada. 😂

Namun..

Kadang kebahagiaan ada masanya.

Dan masa itu ialah awal tahun 2605
( sekitar 1945)
Tahun yg kata mbah,  kemudian beliau ketahui bila Jepang mulai kalah dalam perang pasifik.

Entah kenapa,  jatah makanan mulai sulit.
Gaji pun mulai tertunda. Bahkan bisa tak dibayar,
Hanya diberikan janji akan dibayar saat pulang.

Karena makanan sulit, para pekerja mulai alami banyak penyakit akibat kekurangan gizi.

Situasi pun kata mbah berubah menjadi horror.

Satu persatu teman2nya tumbang sakit bahkan meninggal karena terserang penyakit.

Entah malaria,  disentri, Kolera.

Karena kekurangan tenaga gali kubur, puluhan mayat2 pekerjanya dikubur massal dalam satu lubang besar.

Hingga pada akhirnya, mbah dan beberapa rekannya nekad kabur dari barak.

Dan ini situasi beresiko. Karena kabur dan bila tertangkap resikonya besar.

Tentara jepang kadang tak segan2 menyiksa atau membunuh pekerja yang kabur dengan bayonet.

Namun,  bertahan pun.. Situasi juga sama.

Dalam pikiran mbah, daripada mati disini, lebih baik berjudi bertaruh nyawa untuk kebebasan.

Dan dalam perjudian itu mbah dan beberapa rekannya sukses kabur dengan selamat.
Tanpa terluka sedikit pun,  walau dibayangi ketakutan atas letupan senapan tentara nippon.

Dalam pelarian,
Tak disangka ternyata beliau dan teman2nya berjumpa dengan truk tentara "londho" / belanda di jalan.

Para tentara itu ternyata ada satu yang bisa berbahasa jawa.

Dengan sopan menawarkan jasa tumpangan pada mbah dan rekan2.

Bahkan, saat beliau menceritakan bahwa beliau habis kabur dari tentara jepang, tentara2 itu justru bersimpati pada beliau.

Mbah dan teman2nya diberi makanan oleh tentara2 itu. Makanannya seingat mbah dalam kaleng seng. Ada susu, kentang, daging.

Mbah yang kelaparan,  senang sekali.
Mungkin itu daging sapi yang pertama kali beliau makan tahun itu
(2605).

Tentara2 itu memperkenalkan diri sebagai tentara aliansi atau sekutu.
Mereka datang kesini untuk membebaskan Hindia belanda dari jajahan jepang.

Dan kebetulan,  di sekitar sana tentara2 jepang sudah mulai kalah di kalimantan.

Tinggal sisa2 yang bersembunyi di barak2 dan bunker2.

Oleh salah satu tentara,  mbah dijanjikan akan dibantu pulang ke jawa naik kapal.

Akan tetapi, mbah harus menunggu kapal datang sekitar 2 bulan.

Dan akhirnya kapal datang, mbah pulang lewat priok di batavia membonceng kapal tentara sekutu.

Mbah tentu senang hari kepulangan.

Dia tak sabar bertemu keluarganya  di kampung.
Pun teman2nya juga sama.

Di dalam jahitan stagen  atau sabuk yang melingkar di badannya tersimpan sekitar 160 uang federal.

Rekan2nya pun juga ada yg menyimpan uang didalam jahitan baju.

Itu uang sisa dia bekerja.

Sebagian sudah dikirim lewat pemerintah ke kampung masing2..

Sebagian beberapa bulan tidak dibayar.

Tapi, mbah tak perduli lagi.
Asalkan masih ada uang sisa.
Bisa untuk ongkos dari priok,  jakarta ke jawa timur.

Namun masalah akhirnya muncul saat tiba di jakarta.

Saat membeli makanan,

Tak ada satupun pedagang yang mau menerima uangnya.

Uang miliknya ialah Uang yang dikeluarkan oleh pemerintah jepang . Dan itu sudah tidak berlaku lagi. Negaranya sudah berganti pemerintah.

Zamanpun telah berganti..
Uang 160 F miliknya telah berubah menjadi lembaran2 kertas tak berharga.

Kerja keras selama itu tak ada harganya.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Tragedi Pengantin Sunat.

Aku mengalami sirkumsasi atau disunat saat SD.

Akupun tak tahu awalnya,
Awal Mulanya Bapakku saat magrib mengajak keluar ke kota. Mencari makanan kesukaanku.

Ternyata setelah dibelikan makanan kesukaanku,  Bapak langsung membawa ke Mantri Sunat.
Aku merasa tertypu 😆

Saat pulang ternyata semua orang dirumah sudah siap2 dengan acara selamatannya.

Tenda,  dekor,  juga terlihat orang masak memasak.

Saat pulang, efek bius sunatnya habis.

Penderitaanku sebagai calon lelaki dewasa dimulai.

Disekitar area genital,  terasa panasnya luar biasa.
Namanya juga bius murah di mantri.

Mungkin rasanya Kombinasi antara diolesi balsem geliga lalu ditaburi bubuk Boncabe level 30 dan sedikit bubuk cabe maicih level 12.

Panaaaaas sekaligus sakit2 gimana.

Dan untungnya aku bisa terlelap tidur sambil menahan sakit dan panas.

Namun ternyata cobaan tak sampai disitu.

Saat dini hari aku kebelet pipis.

Aku terbangun dan bergegas menuju kamar mandi.

Tak sengaja aku lewat ruang tamu dan tak sengaja pula melihat Ayahku dan teman2nya menonton sebuah Film Porno di VCD secara berjamaah.

Entah Setan apaaaa yang merasuki mereka.

Hingga bisa2nya menonton film biru secara berjamaah begitu.

😆😆

Mereka pun kaget, akupun bergegas ke kamar mandi lalu terburu2 kembali ke kamar tidur.

Seumur hidup,  aku belum pernah menonton Film Porno.

Celakanya ialah pertama kali aku tak sengaja melihat Film Porno ialah malam setelah Sunat.

Dan ini masalah besar.

Pikiranku jadi macam2.. Lalu tiba2 aku merasakan ereksi.

Dan rasanya sangat sakit saat genitalku perlahan mulai membesar dan jahitan terlepas.

Akupun berteriak sangat keras hingga membangunkan para tetangga dan banyak orang mendatangi kamarku.

Ternyata jahitanku terlepas dan darah mengucur deras.

Operasi darurat di kamar oleh seorang mantripun dilakukan.

Jadi aku disunat sebanyak 2x gara2 Film Yang diputar bapakku.
Dan itu saja sudah cukup..kapok.

Sekarang sudah 20 tahun lebih berlalu sejak aku disunat.

Dan belum menikah.

Jika tahu begini,  mungkin aku sunatnya nga usah memaksakan terlalu dini..

Sayang.. Soalnya fiturnya juga belum bisa dimanfaatkan secara optimal krn belum menikah.




Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About Me

About Me

Pengikut

Label

  • Cerita Komedi
  • Curhatanku
  • Motivasi
  • Tutorial

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • youtube

Postingan Populer

  • ALUR CERITA : ALUR MAJU, ALUR MUNDUR, DAN ALUR CAMPURAN
    1. Alur Maju : Ceritanya bergerak maju. Contoh sederhananya adalah misalnya cerpen itu awalnya menceritakan tentangg seorang anak k...
  • IDE KONTEN INVIDEO AI
    IDE KONTEN INVIDEO AI buatkan 3 kata motivasi bergaya stoicism  dalam bahasa inggris 
  • Balada Jomblo dan Penderita gangguan jiwa
    Balada Jomblo ODS .. terkadang, enggak enak juga "terkenal" di lingkungan  karena memiliki status ODS (Orang dengan skizofreni...
  • Cara Menulis Alur & Plot Cerita
    Oleh: Joni Lis Effendi Trik Sederhana Menulis Alur dan Plot Cerita Galau mau bedain alur dan plot? nih, KA kasih tahu gimana caranya ...
  • Echoes of the Night (confia en mi)
    In the silence of the cold night,   my sighs drift like the light,   I feel you near, though you're far,   like whispers echoing in a st...
  • Una Franela
    [Verse 1] Algo va a pasar esta noche Esto va a explotar esta noche Yo quiero masa en la pista Como la lengua de Dali [Verse 2] Somos eso que...
  • Kena Gigi, Uang Kembali
    Kena GIGI, Uang Kembali. Tahun 2008 dahulu,  ialah zaman jaya nya Game Online  PC dan Warnet khusus Game. Saat itu aku kecanduan Game Onli...
  • Kisah PSK paruh baya.
    Zaman itu aku masih 18 tahun. Masih hobi berpetualang keluar kota bila hari libur kerja. Suatu hari , saat pulang dari Surabaya dengan Kere...
  • Tragedi pengantin sunat
    Tragedi Pengantin Sunat. Aku mengalami sirkumsasi atau disunat saat SD. Akupun tak tahu awalnya, Awal Mulanya Bapakku saat magrib mengaja...
  • Esperando por Ti
    [Verse] En la ciudad la noche brilla Espero tu señal de vida Los coches pasan luces negras Tu llegada mi alma riega [Verse 2] Mariposas en e...

Arsip Blog

  • ▼  2026 (1)
    • ▼  September (1)
      • Cerpen Star Stealing Girl
  • ►  2025 (1)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2024 (95)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (77)
    • ►  Oktober (17)
  • ►  2022 (3)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2021 (6)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Februari (4)
  • ►  2020 (7)
    • ►  Desember (5)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2019 (33)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (8)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2018 (16)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2017 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2016 (4)
    • ►  November (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2015 (26)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (14)
    • ►  Agustus (4)

Created with by ThemeXpose | FreeBloggerTemplates.org