Rhio Kurniawan. Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Nata Prayoga Blog

Diary Seorang Komedian

Menunggu dia Online

Waktu booming Game Online, diantara teman2 saya yang tidak begitu antusias.

Saya ikut bermain hanya karena kesepian saja. Karena yang lain nge-game di warnet, jadi saya terpaksa ikut bareng mabar (maen bareng)  di warnet.

Singkat cerita saya memilih game Idol Street. Sebuah game online musik dan dance/tarian. Mungkin hanya saya yang bermain itu.
Yang lain bermain RF atau Point Blank.

Saya bukan gamer, jadi hanya bermain game yang ringan serta tak terlalu banyak berfikir.

Lagipula musik2 di game Idol street lumayan enak untuk hiburan.

Suatu ketika saya terlibat perang komentar dengan seorang player lain.
Karena dia noob, atau pemula atau pemain dengan skill pemula yang membuat team kalah melulu.

Hingga akhirnya kami berbaikan dan berkenalan.

Ternyata dia satu kota dengan saya. Sama2 tinggal di Blitar
Tapi Dia kuliah disebuah perguruan tinggi negeri di malang.
Loh kok bisa?
Memang iya,  ada sebuah kampus universitas negeri di Malang yang memiliki kampus III dikota Blitar.

Singkat cerita, 
Kami berkenalan di dunia Nyata.
Nama aslinya Sari. Tapi saya memanggil dia "Eno" sesuai nickname Game miliknya.

Karena dia,  saya terpaksa migrasi ke warnet lain. yaitu warnet samping kos2an milik Eno.

Dia tak nyaman dengan warnet langganan saya yang penuh laki2 dan bau rokok.

Kami jadi sering mabar (maen bareng)  bersama teman2 kos putri tempatnya yang juga maen Idol Street.

Kami bertukar nomor HP,  email Yahoo Messengger/YM, dan Friendster. Dia juga memberi nama akun Facebooknya, tapi belum saya Add kala itu. Soalnya belum bikin.

Masih sering memakai YM dan Friendster

Jujur,  Ibu kos tempat dia tinggal cukup galak.
Jadi saya hanya bisa bertemu dan main bareng di warnet.
Ngobrol lewat SMS, YMan pakai Ebuddy ( jaman itu nga ada android)   dan saling berkirim testimoni di friendster.

Suatu ketika,  tanggal 30 September 2009 pagi hari.

dia mengirimi pesan lewat YM saya,

" Yo, aku lagi pulang kampung ke Padang. liburan.. Baru sampai tadi malam.
Jangan titip oleh2 😝"

Saya hanya membalas singkat..
"ati2 dijalan"

Itu menjadi percakapan terakhir yang kami lakukan.

Saya masih ingat hari itu,
Sekitar magrib saya melihat tayangan televisi.
Jam 17:00 WIB telah terjadi gempa berkekuatan 7.6 skala richter di Padang.

Diperkirakan ribuan orang tewas dan ribuan yang lain hilang atau luka2.

Saya langsung ambil HP dan SMS ke nomor HP milik "Eno"
15 menit tak ada balasan,  saya misscall nomornya tidak aktif.
Saya YM, Friendstrer semua tak terbalas.

Saya tanya teman kos nya, mereka juga jawab nga tahu dan malah bertanya2 pula kabar Sari/Eno.

Terfikir untuk kesana, meminta bantuan teman yang kebetulan nikah ama orang padang, dia malah melarang.

Keadaan disana saat itu sedang sulit.

Akhirnya saya menyerah..
Menunggu dia Online kembali.

Saya dulu tidak berganti nomor,  siapa tahu dia SMS / telfon saya suatu hari.
Saya dulu sering kali membuka Friendster untuk mengecek balasan testimoni /Pesan hingga Friendster tutup layanan.

Saya dulu sesekali Online Yahoo Messenger untuk melihat apakah dia Online kembali. Hingga akhirnya YM pun tutup.

Padahal saya tahu itu mustahil,  dari salah satu rekannya saya tahu dia salah satu korban yang konon berkisar 6000 an jiwa.

Tapi sesekali saya online untuk melihat apakah pesan saya dia balas.

Sayapun membuat akun Facebook untuk add akun facebook miliknya.

Dan dulu sesekali melihat akun miliknya

"Permintaan pertemanan terkirim"

Disuatu tempat,  aku percaya kamu tenang dan bahagia.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Jam 06.20 di Jalan Shodanco Hardjono Utara SMA Katholik 1 Blitar.

Saat kelas 2 STM , saya selalu tepat waktu di jam itu , di jalan itu.

jalan itu tempat saya lewat menuju bengkel praktek Mesin dan Listrik milik STM saya.
jalan itu juga jalan tempat gadis pujaan saya lewat.

saya tak tahu namanya.
yang saya tahu,dia berkacamata, murid sebuah SMA Katholik Blitar . dan saya bisa melihat dia lewat jalan itu jam 06.20 ketika berangkat sekolah.

selama hampir satu tahun, saya hanya bisa diam-diam melihat wajahnya. dan saya langsung buang muka ketika dia menoleh saya.

ada perasaan yang aneh, perilaku saya jadi aneh pula.
hanya bisa memandang, tapi dipandang balik nga berani.
ingin menyapa tapi kenalan saja tak berani.
hampir setahun saya begitu.
memendam perasaan untuk seseorang yang namanya saja tak tahu.

hingga saya bertemu teman TK saya bernama Yossi, yang kebetulan sekolah di SMA Katholik itu, menceritakan seorang teman satu gerejanya yang mau dibaptis.

Saya awalnya tak tertarik,hingga dia kemudian menceritakan rumah temannya yang alamatnya dekat Jalan itu ( Shodancho Harjono ) , ciri2 wajahnya persis dengan gadis berkacamata yang selalu berpapasan dengan saya.

ternyata namanya Fanny Septina. seorang gadis blasteran chinese- jawa.

saya hanya bertanya namanya, dan titip salam melalui Yossi.

tanpa diduga, ternyata gadis itu membalas salam saya.

dan ternyata dia tahu siapa saya sebetulnya. dan tahu jika selama satu tahun saya diam2 memperhatikan dirinya.

yah, mungkin orang yang jatuh cinta itu perilakunya aneh2. makanya mudah ditebak.

Singkat cerita, Teman Yossi berinisiatif memperkenalkan kami berdua.

perkenalannya pun aneh, saya diajak Yossi belanja ke sebuah minimarket. dan kemudian saya baru sadar jika kasirnya gadis berkacamata itu.


Hari minggu, di Taman rakyat depan gereja katedral selepas umat katholik beribadah, saya selalu duduk menunggu fanny datang








Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Sifu atau coach saya,  JC itu sudah saya anggap Ibu saya sendiri.

Layaknya Orang Tua lain yang punya harapan dan expektasi besar pada anak didiknya,

Sayapun diperlakukan sama.

Dan kadang muncul perilaku beliau yang menurut saya menyebalkan.

Yaitu membanding bandingkan saya dengan murid2 yg lain.

Kenapa yg lain bisa begini,  saya tidak

Akan tetapi ini perlu, orang dibandingkan karena ada kemiripan

Pertanyaan akhirnya akan kembali pada diri kita,

Orang lain bisa lebih baik,  kenapa kita tidak?

Pada akhirnya kita harus mau menelan ego dan mengakui jika kita itu payah, atau mungkin lebih malas berusaha.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

https://openload.co/f/bsqB5eLh2CM#

https://openload.co/f/PDNL8VwFexo#

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

IYA DEEH.....

Saya sharingkan sedikit yang selama 45 tahun lebih terakumulasi dlm “otak dokter” saya yaa.

Rasa sejahtera, bahagia dan sentausa manusia amat ditentukan oleh keseimbangan tepat dari gaba (gamma aminobutyric acid), oxytocin, serotonin dan dopamin dlm otak. (Bukan hanya neurotransmitters itu saja loh! Masih banyak yg lain juga. Tapi 4-serangkai itulah yg utama).
Itulah yg saya maksudkan sebagai “keseimbangan biokimia otak”.

Orang yg biokimia otaknya beres adalah yg tahan banting dan tahan cuaca serta berani hidup dan tidak takut mati.
Mereka itu stabil dlm segala sikon dan cuaca kehidupan ini.
Umumnya mereka itu ceria, mudah gembira, berpandangan luas, bijak, pemaaf dan penuh toleransi serta senang berbagi, juga mereka memiliki empati besar. Ngobrol dengan mereka enak dan bermanfaat.

Namun Anda pun pernah khan berjumpa orang yg meninjau apa pun sbg “ada kurangnya”; mereka ini “tukang komplin” dan “tukang nyinyir”; sulit puas; sulit orgasme atau malah “ejaculatio precox”, mudah tegang kuatir dan cemas, suka meramal kiamat, egois, egosentris, narsisistik, mau menang sendiri, pelit, pencuriga, cemburuan, iri hati; juga ter-gila2 dgn aturan, tatacara, kerapian, kesempurnaan; mrk juga amat tidak toleran dan baperan......
(Ada yg memiliki sebagian besar ciri2 diatas; ada yg hanya memiliki beberapa ciri saja, tapi sdh cukup utk bikin mrk susah bahagia dan bikin orang2 yg dekat dgn mereka sengsara!

Orang yg biokimia otaknya tidak oke suka mencari pasangan yg “harus” memenuhi kriterianya; kalau perlu dipaksa dgn ancaman dan ko-ersi.
Sedangkan orang yg biokimia otaknya oke, senantiasa berusaha menjadi pasangan yg baik buat teman hidupnya. Mereka mau dan bisa adaptasi.

Yg biokimia otaknya kacau tentu juga membaca berbagai kata2 mutiara, nasehat dan petunjuk nan indah dan bijaksana di sosmed dan buku.
Tapi......apakah “mempan”? Oooh! Sangat jarang Saudaraku....! Sangat jarang.....
Mungkin mereka berubah, tapi hanya sebentar, lalu kembali ke perangai asal.
Ini terkait kpd “soft-wiring” dan “hard-wiring” dari proses “neurotransmission pathways” atau “habits” serta “neuroplasticity” dlm otak (topik lain yg akan saya bahas kedepan).

Biokimia otak yg beres maupun yg tidak beres itu sebagian besar diwarisi secara genetik (keturunan).
Bagi yg terganggu biokimia otaknya, obat, meditasi dan psikoterapi hanya mampu menyelaraskan sementara saja “weltanschauung” (pandangan hidup) dan filsafat hidupnya.
Selebihnya kekambuhan akan muncul lagi dalam bentuk kemunafikan atau bahkan dalam patologi kejiwaan. Orang bilang: “tunggu tanggal mainnya!”

Yg diatas itu tentu adalah “PADA UMUMNYA”.

Namun.....mujizat masih bisa terjadi....dan habits (kebiasaan) baru masih bisa dilatih dgn susah-payah dan lama.
Yg biokimia otaknya semula tidak beres bisa jadi beres juga (soft-wiring akhirnya menjadi hard-wiring), sehingga manusianya bisa live happily ever after sampai kematian menjemputnya.

Jadi jangan putus asa!
Miracles still happen now and then!

(Oh yaaa! Cedera kepala berat juga bisa merubah biokimia otak).

Inilah pandangan yang sesuai dgn adagium:

BIOLOGICAL PRIORITY, PSYCHOLOGICAL SUPREMACY!

Jangan terlalu tegang dan serius membacanya, sebab ini cuma “se-emprit” dari kebenaran.....

Salam Sehat Jiwa 🙏

Robert Reverger
(Opa Bobbob).

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Antara aku, pesantren dan pecel lele

Emak saya ialah tipikal orang tua yang berfikir bahwa indikator kesuksesan dalam mendidik anak adalah ketika sang anak memiliki pemahaman dalam Agama yang cukup baik.

Makanya emak ingin memasukkan saya ke pondok pesantren.

Emak tak terlalu berharap banyak pada saya ketika masuk pondok.
Tak perlu saya menjadi kiai seperti KH mustofa bisri, Gur dur, KH Ahmad Dahlan atau Bahar Smith.

Cukup memastikan bahwa saya terbebas dari pergaulan bebas dan narkoba.

Emak sering menasehati jika masuk pondok bisa menjauhkan saya dari pergaulan bebas .
Dia mencontohkan jika tetangga saya,  perempuan sampai hamil diluar nikah karena kurangnya pendidikan Agama oleh orang tuanya.

Sebetulnya saya ingin membantah dengan berdalil bahwa saya ini laki-laki. Tak mungkin hamil diluar nikah.

Tapi saya tak berani.
Emak sering mengutip kisah malin kundang di anak durhaka.
Jiwa rebel saya langsung ciut ketika emak menukil kisah itu.

Saya tak ingin dikutuk jadi gantungan kunci.

Mau minta tolong pada Bapak pun percuma.
Karna, secara de jure, keluarga saya menganut system matriarki.

Dimana emak saya bertindak sebagai Jenderal di Rumah, Ayah bertindak sebagai Mayor jenderal,
Dan saya hanya berpangkat tukang cukur tentara.

Secara hierarki kepangkatan,  status saya tak mungkin bisa menolak perintah emak.
Saya tetap diwajibkan masuk pondok pesantren..

Masuk pondok ternyata tak seseram dan sesulit yang saya bayangkan.

Di pondok pesantren,  banyak ilmu yang saya dapatkan.
Tak hanya ilmu Agama atau ilmu umum, tapi juga ilmu kehidupan.

Saya belajar menjadi pribadi yang tangguh, setia kawan, bertanggung jawab dan mandiri.

Tak enaknya di pondok hanya soal makanan.

Sudah rahasia umum jika makanan santri pesantren itu makanan yang bergizi.

'Bergizi rendah'

Menunya tak jauh dari tahu-tempe-tahu lagi.

Dan ini adalah masalah rumit bagi saya yang picky eater (suka pilih makanan).

Dirumah saya bisa pilih makanan, di pondok tentu hal itu adalah musykil.

Untungnya teman sekamar menghibur saya,
"Tenang kawan, besok lusa InsyaAllah menunya Ikan"

Dan ternyata benar, menu kantin hari itu ialah "Pecel lele".

Dan kabar gembiranya ialah setiap santri dapat jatah 2 potong ikan lele.

Persetan dengan menu "Vegan" yang setiap hari kami santap.

Malam itu, saya dan teman satu kamar seperti berpesta.

Entah karena bosan menu sederhana,
Rasanya bisa makan pecel lele di pondok itu sebuah kenikmatan HQQ.

Pondok saya hanya memberi menu daging tiap 3 minggu sekali.

Jadi menu ikan atau ayam adalah sebuah kemewahan.

"Nikmat mana yang kau dustakan? "

Tapi ada yang aneh ketika saya habis bersantap pecel lele itu.

Saya lihat dimeja santri senior yang persis seberang meja saya.
Terlihat banyak sisa potongan ikan lele yang masih utuh tak tersentuh.

Juga dibeberapa piring teman satu angkatan yang satu meja masih ada yang tidak memakan jatah ikan miliknya.

Teman sekamar saya iseng bertanya,
"kak, bukankah dosa apabila kita menyisakan makanan? "
Tak banyak berdalih, seorang santri senior langsung menawarkan sisa ikan lele di meja miliknya.
"kalian mau ikannya,  dek?"

Spontan saya dan beberapa rekan satu angkatan berebut minta sisa ikan dimeja milik santri senior.

Tapi ada keanehan lagi, ketika kami asyik makan pecel lele itu,
Ada beberapa santri senior cekikikan menahan tawa.
Ada seorang santri senior berdiri ingin mengutarakan sesuatu langsung dicegah rekannya yang lain.

Entah ada konspirasi apa..

Bagi saya bodo amat..

"nikmat mana yang kau dustakan? "

Dua hari kemudian misteri senyuman santri senior dan konspirasi yang melibatkan menu pecel lele itu akhirnya menemui titik terang.

Jum'at itu adalah hari libur ketiga saya dipondok.
Saya genap 3 minggu tinggal dipondok.

Jika biasanya saya tiap hari libur suka balas dendam pada kesibukan dan jam tidur yang selalu pendek dengan tidur seharian dikamar,

Libur kali ini saya memilih jalan-jalan keliling kompleks pondok dengan teman sekamar.

Kompleks pondok saya ternyata cukup luas.

Untuk memenuhi kebutuhan logistik dapur, pondok pesantren saya ternyata memiliki sawah dan kebun sayur sendiri.
Juga ada kandang ayam, kambing serta sapi yang dikelola oleh santri senior sebagai bagian dari pendidikan pesantren.

Terakhir, saya melihat ada kolam ikan lele yang cukup luas.

Tapi ada yang aneh di kolam itu..

Kukira ada yang buang potongan "Pisang goreng" ke kolam itu.

Ternyata benda terapung itu adalah, kotoran manusia.

Tak berapa lama,  ada suara "plung" yang keluar dari dekat pipa paralon besar.

Setelah ditelusuri,  ternyata pipa itu mengarah ke WC santri blok asrama lain.

2 orang teman saya langsung lemas dan muntah melihat kenyataan itu.
Saya hanya duduk lemas menahan rasa mual.

Akhirnya kami sadar arti dibalik senyuman para santri senior.

Kami makan ikan lele yang diberi tambahan pakan kotoran manusia.

Ternyata pondok pesantren saya menerapkan konsep Eco-food yang ramah lingkungan.

Yaitu gunakan system Re-use dan Re-Cycle pada perikanan lele secara terpadu.

Apa yang kita 'buang' adalah yang kita makan.

Terima kasih pak KIAI..

Anda cocok jadi menteri lingkungan hidup.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

#Pengalaman Hidup Rhio :

"Gairah dalam kegagalan"

Saya dulu pernah ditawari kerja sebagai penjaga keamanan sebuah sekolah SMP di kabupaten Blitar.

Kala itu,  ada seorang guru honorer, sebut saja mas Agus.  Dia selepas jam sekolah usai sering mampir ke pos jaga.
Entah sekedar ngopi dan ngudud ( merokok ) bareng atau sekedar ngobrol santai.

Sudah lumrah bagi karyawan baru iseng bertanya pada karyawan seniornya tentang masa bakti bertugas,
" Sampeyan sudah kerja jadi guru disini berapa lama mas? "
" Udah 7 tahun,  mas "

" Sudah PNS dong pak? "
" Sayangnya belum rejekinya mas,  jadi PNS.. "

Seorang rekan yang ikutan urun dengar turut menjelaskan bahwa mekanisme dan tes pengangkatan Aparatur Sipil Negara sekarang sulit.

Kemudian saya sedikit trenyuh ketika sang Guru Honorer ini mulai bercerita tentang kegagalannya ikut tes CPNS berkali-kali ( sekitar 3 kali)

Mungkin kisah percintaan saya tak semelankonis itu dibandingkan kisah kegagalan beliau dalam tes CPNS.

Akan tetapi,  yang menarik ialah mas Agus tidak menyerah dan akan terus mencoba disaat ada kesempatan.
Dia merasa ada gairah dan harapan untuk terus mencoba tes CPNS itu walau belum berhasil.

Lalu mengapa mas Agus terus bergairah?

Karena dalam proses meraih cita-cita itu ( jadi PNS)  , ada sesuatu yang sangat terasa untuk diperjuangkan, ada adrenalin yang terpacu, ada proses kegagalan yang harus dilalui, ada harga yang harus dibayar..

Dan tentunya ada mimpi yang bisa diraih dimasa depan.

Cita-cita bukan melulu soal bahagia, namun juga soal gairah.

Saya sendiri sudah pernah beberapa kali mengungkapkan perasaan saya kepada wanita yang saya suka.

Hasilnya, seperti yang sudah bisa anda duga: sebagian besar menolak, dan sisanya menolak dengan tegas.

Tentu saya sedih, namun tak berlarut-larut, karena saya sadar, tujuan saya tidak hanya untuk mencari kebahagiaan, melainkan juga untuk mencari Gairah.

Dan untuk mencapainya, saya harus merasakan penolakan terlebih dahulu. #Taeeek.

Dalam kehidupan ini,  Satu Kegagalan tak selamanya menjadi puncak kegagalan. Satu kegagalan bahkan kadang menjadi titik balik untuk mencapai kebahagiaan yang lebih tinggi.

Ibarat free style dalam ajang BMX, atau motocross,  seorang rider akan butuh turunan yang curam untuk bisa mendapatkan jump flip yang lebih tinggi..

By the way,  balik ke masalah mas Agus gagal CPNS.

Saya dulu sempat memberi saran cara diangkat PNS dengan mudah.

" Ah Masa beneran mas? Jangan2 kamu mbujuk'i ( membohongi)  ? "

" Beneran kok mas, saya jamin kamu bakal diangkat PNS tahun ini..

Caranya ialah kamu pura-pura pingsan didepan pak Harno,  kepala sekolah yang udah PNS itu

Saya jamin kamu bakal diangkat PNS "

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About Me

About Me

Pengikut

Label

  • Cerita Komedi
  • Curhatanku
  • Motivasi
  • Tutorial

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • youtube

Postingan Populer

  • ALUR CERITA : ALUR MAJU, ALUR MUNDUR, DAN ALUR CAMPURAN
    1. Alur Maju : Ceritanya bergerak maju. Contoh sederhananya adalah misalnya cerpen itu awalnya menceritakan tentangg seorang anak k...
  • IDE KONTEN INVIDEO AI
    IDE KONTEN INVIDEO AI buatkan 3 kata motivasi bergaya stoicism  dalam bahasa inggris 
  • Balada Jomblo dan Penderita gangguan jiwa
    Balada Jomblo ODS .. terkadang, enggak enak juga "terkenal" di lingkungan  karena memiliki status ODS (Orang dengan skizofreni...
  • Cara Menulis Alur & Plot Cerita
    Oleh: Joni Lis Effendi Trik Sederhana Menulis Alur dan Plot Cerita Galau mau bedain alur dan plot? nih, KA kasih tahu gimana caranya ...
  • Echoes of the Night (confia en mi)
    In the silence of the cold night,   my sighs drift like the light,   I feel you near, though you're far,   like whispers echoing in a st...
  • Una Franela
    [Verse 1] Algo va a pasar esta noche Esto va a explotar esta noche Yo quiero masa en la pista Como la lengua de Dali [Verse 2] Somos eso que...
  • Kena Gigi, Uang Kembali
    Kena GIGI, Uang Kembali. Tahun 2008 dahulu,  ialah zaman jaya nya Game Online  PC dan Warnet khusus Game. Saat itu aku kecanduan Game Onli...
  • Kisah PSK paruh baya.
    Zaman itu aku masih 18 tahun. Masih hobi berpetualang keluar kota bila hari libur kerja. Suatu hari , saat pulang dari Surabaya dengan Kere...
  • Tragedi pengantin sunat
    Tragedi Pengantin Sunat. Aku mengalami sirkumsasi atau disunat saat SD. Akupun tak tahu awalnya, Awal Mulanya Bapakku saat magrib mengaja...
  • Esperando por Ti
    [Verse] En la ciudad la noche brilla Espero tu señal de vida Los coches pasan luces negras Tu llegada mi alma riega [Verse 2] Mariposas en e...

Arsip Blog

  • ▼  2026 (1)
    • ▼  September (1)
      • Cerpen Star Stealing Girl
  • ►  2025 (1)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2024 (95)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (77)
    • ►  Oktober (17)
  • ►  2022 (3)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2021 (6)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Februari (4)
  • ►  2020 (7)
    • ►  Desember (5)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2019 (33)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (8)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2018 (16)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2017 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2016 (4)
    • ►  November (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2015 (26)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (14)
    • ►  Agustus (4)

Created with by ThemeXpose | FreeBloggerTemplates.org